Dinilai Lebih Mulia, Andika Pemuda Sembulung Lebih Bangga Jadi Petani

INFO JALANAN – Di era milenial, banyak pemuda-pemudi lebih mengutamakan gengsinya untuk memilih pekerjaan. Namun berbeda dengan sosok Andika (20) pemuda asal Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi yang mengaku bangga menjadi petani desa.

Sebagai pemuda hidup di desa, Andika berfikir lebih maju 180 derajat dibanding teman sebayanya. Usai lulus bangku SMA, kebanyakan pemuda pilih cari kerja kantoran atau merantau ke Bali atau Jakarta.

Namun bagi Andika, pilihan tetap tinggal di desa Sembulung demi cita-citanya menjadi petani sukses. “Petani itu adalah pekerjaan mulia sangat dibutuhkan. Khususnya sektor pangan yang terus bertambah,” ujar Andika.

Baca Juga  Saldo Rekening Anda Akan Bertambah, Begini Cek Peserta Bansos Rp 1,2 Juta Via SMS dan WhatsApp

Pilihan menjadi petani desa, kata Andika, aktifitas yang paling menyenangkan. Setiap hari merawat tanaman sayuran dan buah naga dengan baik.

Ketika melihat tanaman tumbuh subur, Andika mengaku sangat senang dan bersyukur pada Allah SWT. “Ibarat melihat hiburan itu sangat menyenangkan sekali. Tanaman tumbuh subur.

“Hiburan bukan hanya di tempat tongkrongan atau kita lihat handphone bermain game. Melihat tanaman tumbuhan subur, saya juga terhibur senang,” ungkapnya.

“Generasi milenial juga jangan terpaku terus dengan layar handphone terus. Sesekali berkebun atau ke sawah. Atau aktifitas yang produktif,” ungkap Andika.

“Bertani juga untuk mensyukuri betapa nikmatnya lingkungan kita. Bertani kalau dijalani seperti bermain seni banyak yang bisa dinikmati,” imbuhnya.

Baca Juga  Petugas Beri Sanksi Sosial 33 Pelanggar Prokes Covid-19 Songgon

Menurut Andika, petani selain pekerjaan mulia, juga manfaat melindungi hajat hidup orang banyak. Andai pemuda desa tidak malu bertani, pasti ekonomi desa kokoh mampu berswasembada pangan.

“Jangan malu jadi petani, ayo swasembada pangan, kita bangun desa kita dengan bertani,Insyaalloh hidup kita berkah,” pungkasnya.

Pemuda lajang ini lama menggeluti Pertanian sejak tahun 2015 Lalu. Sejak usia 15 tahun sebelum lulus SMP. Andika mengaku sering ikut orang tua untuk pergi ke sawah atau kebun.

Lambat laun, Andika mengaku semakin mencintai profesi petani. Berkat kegigihan dan ketekunan kerja keras diiringi doa orang tua. Sekarang Andika sudah mampu garap lahan 0,5 Ha untuk kebun buah Naga dan beberapa sawah garapan ditanam palawija padi.

Baca Juga  Sedang Mencuci Piring, Anak Gadis di Probolinggo Diperkosa Tetangganya

Dari hasil panen tanaman sayur dan buah naga yang baik, Petani millenial Desa Sembulung telah mampu lanjutkan pendidikan perguruan tinggi, di Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, masuk Semester 5 (lima) Fakultas Pertanian.

Andika bertekad terus belajar ilmu pertanian, dan menularkan pada komunitas di desa Sembulung. Tekatnya menjadi petani harus makmur berkecukupan dan berswasembada pangan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here