Sekilas Tentang Kuliner Pecel Pincuk Garahan

INFO JALANAN – Sego pecel atau Nasi pecel kuliner khas Jawa Timur ini sangat bisa disajikan makan pagi, siang dan malam.

Nasi pecel familiar pada masyarakat Indonesia, Jawa timur pada khususnya. Banyak warung makan ataupun restaurant yang menawarkan kuliner ini.

Bahkan di beberapa daerah di branding mengikuti nama kota nasi pecel tersebut, di jual dengan penambahan dan penyesuain kekhasan daerahnya.

Sebut saja ada pecel Madiun, pecel Blitar, Pecel Banyuwangi dan pecel pincuk Garahan (perbatasan Jember) itu sendiri.

Pecel Garahan mempunyai histori sendiri hingga saat ini berkembang banyak warung di sepanjang Jalan Raya Jember arah Banyuwangi, tepatnya di Desa Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember.

Baca Juga  Seperti Ini Bentuk Teh Putih, Harganya Bisa Mencapai Rp2 Juta per Kilogram

Menurut Ibu Roni 41 tahun yang pedagang pecel Garahan, telah lama berjualan sejak 12 tahun lalu. Mulai ada peraturan PJKA diterapkn tidak diperbolehkan lagi berjualan di Stasiun Kereta Api Garahan.

“Sejak ada peraturan kereta api yang baru, kami tidak diperkenankan berjualan lagi di Stasiun 12 tahun lalu.

Kami di pindah relokasi ditepi jalan bersama teman-teman pedagang nasi pecel pincuk lainya,” ungkap Ibu Rony mengkisahkan pengalaman dagang nasi pecel.

Dalam kesehariannya berjualan di warung, Ibu Rony mngaku pembeli yang singgah banyak dari luar kota bahkan luar pulau.

Baca Juga  Populasi Satwa Banteng Jawa di Baluran Diprediksi Mengalami Penurunan

“Alhamdulillah meski kami sudah tidk bisa jualan di stasiun kami difasilitasi relokasi ditepi jalan melayani pembeli pengguna jalan yang lewat, pembeli banyak yang dari luar kota mas, ada dari Surabaya, Jakarta bahkan Kalimantan banyak yang singgah,” tambahnya.

Pusat kuliner pecel pincuk Garahan memang sudah familier dikalangan pengguna jalan trans nasional Jember arah Banyuwangi lintas gumitir. Pecel Pincuk Garahan dengan ke khas “Sayur Junggul” yang selalu menyertainya dan menjadi ciri khasnya.

“Dulu nasi pecel disini hanya 1500 sekarang mulai 6000 perporsi, dan sekarangpun masih sangat diminati pembeli selain enak harganya juga murah kata pelanggan,” pungkasnya.

Baca Juga  Visi Misi Calon Bupati Banyuwangi Ipuk Azwar Anas Fokus Ciptakan Lapangan Kerja

Dari kuliner ini para pedagang mengaku mampu menjual rata rata 50 porsi sehari atau setara menghabiskan 5 kg bahan beras, dengan nilai jual beragam.

Mulai Rp6 ribu bila memakai lauk telor, Rp 12 ribu bila memakai lauk ikan ayam atau sejenisnya dan minuman pendamping seperti teh hanya seharga Rp. 3 ribu saja.

Harga yang sangat ekonomis bagi musafir atau tempat singgah makan saat bepergian ke ujung timur Banyuwangi atau kota selanjutnya ke Bali.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here